Headlines News :
Home » » Memburu Wahyu Keprabon

Memburu Wahyu Keprabon

Written By Yunion Arga on Wednesday, January 2, 2013 | 5:17 PM

Wahyu keprabon konon diburu banyak orang, sebab ada keyakinan siapa saja yang mendapatkan akan menduduki kursi kepresidenan RI. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkannya, itu merupakan wujud kebanggaan dari usaha manusia dalam mendapatkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan.
Namun tidak semua orang yang menjalani Laku Batin tersebut dapat mendapatkannya. Karena menurut beberapa tokoh supranatural, Wahyu Keprabon tidak dapat dikejar, apalagi dipaksa untuk jatuh dan tinggal pada orang tertentu. Karena jika yang terjadi demikian akan bertentangan dengan karakteristik wahyu keprabon, yaitu sebuah tanda perubahan yang mengarah pada hal-hal kebaikan. Harjuna Wijaya atau lebih dikenal Gus Jun (tokoh supranatural) mengatakan wahyu keprabon bisa pindah ke orang lain namun harus banyak perjuangan atau pengorbanan.
Bagi sebagian kalangan, keyakinan tentang Wahyu Keprabon itu hanya sekedar keyakinan. Hanya sejarah telah membuktikan, bahwa Wahyu Keprabon memang sering menjadi perbincangan utama, sekaligus penentu bagi pemegang di tanah Jawa. Umumnya Wahyu Keprabon itu diturunkan para pendahulu yang telah menggenggamnya.
Adapun, berkaitan dengan Wahyu Keprabon. Majapahit, sejak jaman kerajaan dulu telah menjadi incaran beberapa raja yang ingin berkuasa. Tercatat Raden Patah dari kerajaan Demak juga menganggap Wahyu Keprabon Majapahit sangatlah penting, sehingga ia harus menggenggamnya dan bisa menjadi penerus Majapahit.
Pada saat Demak hancur dan berganti Kerajaan Pajang, Wahyu Keprabon Majapahit juga menjadi penentu kedudukan raja. Penguasa Pajang kala itu, Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir pun dianggap masih keturunan Majapahit dari trah Kebo Kenongo. Dalam menggapai Wahyu Keprabon tersebut, Joko Tingkir dibimbing Sunan Kalijaga pada saat kerajaan Mataram Islam, keberadaan Wahyu Keprabon juga semakin menggila, hal itu terjelma dalam perilaku panembahan Senopati Sultan Mataram pertama.
Sang Sultan yang sejak awal diprediksi oleh Sunan Prapan (Cucu Sunan Giri) sebagai Raja Jawa terbesar juga mempercayai keberadaan Wahyu Keprabon sebagai tumpuannya. Mitos dan keyakinan akan datangnya Wahyu Keprabon bagi para penguasa terus bergulir. Raja-raja Jawa setelah Mataram juga meyakini bahwa Wahyu Keprabon itu benar-benar ada dan sangat menentukan. Diyakini wahyu tersebut bukan sekedara wahyu, sebab hal itu menunjukkan titah dan restu langit pada Sang Raja.
Keyakinan mengenai Wahyu Keprabon itu masih tetap bertahan, ketika Soekarno itu masih memegang jabatan presiden pertama, dia benar-benar menggenggam Wahyu Keprabon. Sejak awal, guru-guru supranatural serta pini sepuh sudah ada yang mengetahuinya. Hal itu dibuktikan dengan beberapa perilaku Soekarno yang masih sering sowan ke tempat-tempat petilasan Raja-Raja Majapahit. Begitu juga dengan Soeharto, penguasa Orde Baru ini juga pernah datang ke tempat petilasan raja-raja.
Kabar tentang hubungan antara Wahyu Keprabon Majapahit dengan para penguasa itu, hanya sekedar cerita namun bagi sebagian kalangan Wahyu Keprabon itu sebuah pegangan yang sangat penting untuk menjadi modal menjadi penguasa. Lalu bagaimana dengan Pemilu Kada Tulungagung, Pilgup Jatim dan Pilpres mendatang ? Wallahu a’lam
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mataram Timur News - All Rights Reserved
Wartawan Mataram Timur News Dibekali Kartu Identitas Setiap Peliputannya. Laporkan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mataram Timur News | Original Design by Creating Website Modified by Adiknya