Headlines News :
Home » » Perkembangan Pendidikan Islam Di Jawa Setelah Wali Songo

Perkembangan Pendidikan Islam Di Jawa Setelah Wali Songo

Written By Yunion Arga on Tuesday, July 17, 2012 | 10:39 PM

Perkembangan Pendidikan Islam Di Jawa Setelah Wali Songo- Para wali songo merupakan pendukung berdiri dan berkembangnya kesultanan Demak. Sebelum terbentuk kesultanan cikal bakal Demak adalah sebuah pesantren dihutan Glagah Arum yang didirikan Raden Patah pada tahun 1475, berkat sokongan Walisongo, para pembesar kerajaan Majapahit, pesantren ini tumbuh menjadi sebuah kampung, kemudian Kabupaten Bintara Demak dan terwujudlah Kesultanan Demak. Kerajaan Demak menjadi basis pertama kekuasaan Islam di pulau Jawa dan dari tempat inilah Islam mulai tersebar keseluruh pelosok pulau Jawa khususnya di Indonesia umumnya.
Pada zaman pemerintahan Sultan Agung dikesultanan Mataram, perkembangan agama Islam mendapat perhatian besar Sultan Agung sering memerintahkan pendirian masjid – masjid di setiap kota kabupaten, kawedanan dan bahkan didesa. Hampir disetiap desa diadakan tempat pengajian Al – qur’an, meski tidak ada undang – undang wajib belajar para orang tua telah mewajibkan anak laki – laki dan perempuan yang telah menginjak usia tujuh tahun untuk belajar agama.
Pada tahun 1899 berdirilah pesantren di Tebu Ireng Jombang dibawah pimpinan KH. Hasyim As’ari (1871 – 1947). Ia berhasil menarik ribuan santri yang berdatangan dari segala pelosok pulau Jawa sehingga pesantren Tebu Ireng menjadi pesantren besar di Indonesia. KH. Hasyin As’ari bersama rekan – rekan ulama lainnya berhasil mendirikan perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Tujuan berdirinya NU adalah menegakkan syari’at Islam dengan berhaluan pada salah satu dari empat mahzab yaitu mahzab Syafi’I, Hanafi, Maliki dan Hambali, yaitu Ahluh Sunah Wal Jamaah. Pada kongres NU pada bulan Oktober 1928 di Surabaya. Organisasi ini tidak mencampuri urusan politik dan menentang reformasi kaum modernis dan perubahan – perubahan yang dilakukan oleh kaum wahabi.
Pada tahun yang sama lahir pesantren modern Gontor Ponorogo yang diprakarsai oleh Imam Zarkasi. Pondok pesantren ini digolongkan modern karena mempunyai gedung aula yang dapat digunakan untuk berceramah, latihan berpidato dan bermain sandiwara. Para santri juga dididik dan dilatih ilmu agama dan ilmu duniawi. Para santri dibiasakan pula berbicara bahasa arab dan bahasa inggris.
Di Yogyakarta muncul pula organisasi pendidikan Islam, yaitu Muhammadiyah. Organisasi ini didirikan pada 18 November 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan. Organisasi ini bertumpu pada cita-cita agama sebagai aliran modernis Islam. Tujuannya mengadakan dakwah Islam, memajukan pendidikan dan pengajaran agama serta memberantas budak,khalifah dan adat istiadat yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Organisasi Muhammadiyah berhasil membangun ribuan madrasah atau sekolah,tabliq-tabliq, juga menerbitkan buku dan majalah Islam. Dalam perkembangnnya Muhammadiyah berhasil menjadi pendididkan Islam terbesar di Indonesia.
    Organisasi Islam di Jawa Barat antara lain Pesantren Persatuan  Islam (PERSIS) yang didirikan di Bandung pada bulan Maret 1936 oleh A. Hasan dan M. Natsir. Organisasi lainnya adalah Persatuan Umat Islam Indonesia (PUDI) oleh KH. A. Halim dari Majalengka dan KH. Ahmad Sanusi dari Sukabumi.
    Di Banten, ribuan Madrasah muncul. Madrasah tertua adalah Madrasah Al. Khairiyah yang berdiri tahun 1925 sampai saat ini. Daerah banten dan jawa barat merupakan daerah yang paling banyak memiliki madrasah di Indonesia. Sedangkan dijakarta madrasah paling tua dan popular adalah Al – Irsyad, Al – Islamiyah yang berdiri pada 1913 dengan tokohnya Syeh Ahmad Surkadi Al – Anshari (Berbagai sumber)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mataram Timur News - All Rights Reserved
Wartawan Mataram Timur News Dibekali Kartu Identitas Setiap Peliputannya. Laporkan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mataram Timur News | Original Design by Creating Website Modified by Adiknya