Headlines News :
Home » » Peranan Wali Songo Dalam Penyebaran Agama Islam

Peranan Wali Songo Dalam Penyebaran Agama Islam

Written By Hariyanto on Thursday, January 19, 2012 | 1:03 PM

PERANAN WALISANGA DAN ULAMA LAIN DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM
Banyak sekali ulama yang berperan menyebarkan Islam di Indonesia. Penyebaran Islam di Pulau Jawa dilakukan oleh sebuah dewan dakwah wali yang terkenal dengan sebutan Walisanga (wali sembilan). Istilah wali dilekatkan kepada kepribadian dan perjuangan dakwah seseorang yang membuatnya dikasihi Allah. Selain itu, sebutan wali juga ditunjukan kepada orang yang sudah mencapai tingkat tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Selain berperan di bidang keagamaan, para wali juga memegang peran penting dalam pemerintahan. Bahkan, sering seorang wali berperan sebagai pemberi legitimasi yang dapat memberikan jawaban sah atau tidaknya seseorang naik tahta.

Para wali kebanyakan bertugas sebagai penasihat atau pembantu sultan, terutama pada saat kejayaan Kesultanan Demak. Hal inilah yang menyebabkan para wali mendapatkan gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Tokoh-tokoh yang termasuk Walisanga, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel (raden Rahmat), Sunan Bonang (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Drajat (Syarifudin), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Kudus (Ja’far Sodiq), Sunan Muria (Raden Prawoto), Sunan Kalijaga (Raden Syahid), dan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah atau Fatahillah).

Sejarah mengenai para wali sebagian besar masih diliputi kegelapan. Hanya beberapa nama di antara wali-wali yang diketahui sejarahnya. Meskipun demikian, cerita dalam babad-babad yang beredar di masyarakat mengenai peran dan cara Walisanga menyebarkan Islam di tanah Jawa banyak mendekati kesamaan.

Selain Walisanga yang mempunyai pengaruh luas, masyarakat mengenal pula beberapa wali lokal yang hanya terkenal di tempatnya. Para wali lokal atau ulama telah berjasa menempa ilmu agama Islam di masjid, pesantren, dan madrasah. Mereka tidak memberikan pendidikan dengan perkataan atau penjelasan saja, melainkan juga melalui perbuatan yang dapat dijadikan teladan masyarakat. Para penyiar Islam itu kadangkala berdakwah dimana saja berada. Di masjid seusai salat, di sungai sambil menanti perahi pengangkut barang, di perjamuan waktu kenduri, di padang rumput tempat gembala ternak, di pasar tempat berjual-beli, dan sebagainya. Selain wali lokal atau ulama, muncul pula para pemikir Islam yang berjasa menyebarkan, membina, dan mengembangkan syariat dan budaya Islam. Sumbangan mereka yang berharga bagi perkembangan agama Islam di tanah air berupa karya-karya tulis. Beberapa pemikiran Islam tersebut yakni Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri, dan Bukhari al-Jauhari. (Berbagai Sumber)
Share this article :

1 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mataram Timur News - All Rights Reserved
Wartawan Mataram Timur News Dibekali Kartu Identitas Setiap Peliputannya. Laporkan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mataram Timur News | Original Design by Creating Website Modified by Adiknya