Headlines News :
Home » , , » Makam Aulia Syekh Sunan Kuning Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Dibanjiri Para Peziarah

Makam Aulia Syekh Sunan Kuning Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Dibanjiri Para Peziarah

Written By Hariyanto on Monday, January 9, 2012 | 7:38 PM


Makam aulia Syech Sunan Kuning Desa Macanbang, Kecamatan Gondang Tulungagung, salah satu tempat yang ramai dikunjungi para pesiarah dari berbagai daerah. Makam tokoh Mataram yang disebut berperan besar dalam penyebaran agama Islam di daerah Tulungagung selalu ramai dikunjungi para pesiarah. Berikut catatan wartawan Mataram Timur News, Hariyanto.

Tulungagung, Mataram Timur News, Siang itu suasana di makam Syekh Sunan Kuning tampak ramai dikunjungi para peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di makam tokoh Mataram yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di daerah Tulungagung sekitar tahun 1800. Para peziarah tidak hanya dari daerah sekitar Tulungagung. Bahkan dari luar Propinsi Jawa Timur banyak yang berziarah di makam tersebut.

Ketika wartawan Mataram Timur News masuk ke kompleks makam tersebut terlihat para peziarah berdo'a dimakam Syekh Sunan Kuning atau lebih dikenal Raden Mas Garendi. Terlihat para peziarah mengaji dan beribadah untuk mencari berkah disana. Sebagian mengadakan tasyakuran di masjid Abudurrahman atau masjid Sunan Kuning. Salah seorang dari Sumbergempol menjelaskan bahwa dirinya sebulan sekitar 4 kali berziarah di Sunan Kuning dan beribadah di Masjid Sunan kuning tersebut. Menurutnya tujuan tasyakuran di masjid tersebut sebagai rasa syukur atas keberhasilan usahanya.

Abdul Gani, seorang juru kunci Makam Syekh Sunan Kuning enggan bercerita asal usul berdirinya masjid tua tersebut. "Saya hanya meneruskan yang dahulu untuk menjaga dan merawat makam tersebut." katanya. Tidak lama kemudian datang seorang tokoh masyarakat Gondang bemama Sugeng menjelaskan sejarah berdirinya masjid tertua di daearah Tulungagung tersebut. Menurutnya masjid itu didirikan sekitar tahun 1800 M dan penemu masjid ini melihat macan di sekitar masjid yang sampai sekarang masih terlihat bentuk aslinya. Oleh karena itu desa tersebut dinamakan Macanbang. Kubah masjid ini belum pernah diperbaiki dan tergolong tua. Sedangkan bangunan yang lain seperti halaman depan, genteng dan alas lantai sudah pemah diperbaiki.

Sugeng menambahkan makam Syekh Sunan Kuning ini menjadi pilihan untuk memperbanyak beribadah. Bahkan biasanya setiap malam Jum'at legi para peziarah datang dari berbagai daerah untuk beribadah sampai malam hari. Mereka biasanya sampai sholat tahajud dan sampai sholat Subuh. Yang perlu diwaspadai adalah peziarah harus mengetahui larangan apa saja memasuki masjid tersebut. Diantaranya membawa minuman keras, berjudi atau apa saja yang banyakj mudlaratnya., "Kalau ada yang melanggar biasanya ada bala'nya." jelas Sugeng.*
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mataram Timur News - All Rights Reserved
Wartawan Mataram Timur News Dibekali Kartu Identitas Setiap Peliputannya. Laporkan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mataram Timur News | Original Design by Creating Website Modified by Adiknya