Headlines News :
Home » » Berziarah Di Makam Tumenggung Surontani

Berziarah Di Makam Tumenggung Surontani

Written By Hariyanto on Monday, December 12, 2011 | 10:39 PM

Tulungagung, Mataram Timur News
Di desa Wajak dan Gunung Budeg Tulungagung terdapat makam yang sampai sekarang banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Pada malam tertentu utamanya malam Jum 'at Kliwon makam itu ramai diziarahi pendatang. Berikut catatan wartawan Mataram Timur News, Hariyanto.

Adalah Makam Tumenggung Surontani Ario Koesoemo dan Tumenggung Surontani Kertokoesoemo yang berada di Desa Wajak, Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Makam punggawa Mataram tersebut dikelilingi tembok dan selalu dikunci.
Ario Koesoemo adalah Tumenggung Surontani pertama di Wajak. Dia yang telah berjasa menguasai daerah pedalaman di Jawa Timur ditempatkan oleh Sultan Agung di daerah Wajak untuk melaksanakan. pengawasan dan pelaksanaan perintah-perintah kerajaan Mataram di daerah itu. Sejak itulah Surontani sebagai Tumenggung Wajak berusaha memajukan daerah yang menjadi tanggng jawabnya. Pertanian dikembangkan terutama di sekitar desa - desa sepanjang sungai Ngrowo.Usaha ini adalah sebuah sifat negeri, Mataram yang agraris itu. Sehingga semua kepala daerah wajib mengembangkan pertanian di daerah masing - masing untuk menunjang tegaknya Negara Agraris Mataram.
Pada suatu ketika Surontani pernah berselisih dengan Sultan Mataram. Dipanggilah Surotani ke Mataram. Setibanya di sana dijebloskan ke Penjara. Untuk mengisi kekosongan jabatan Tumenggung di Wajak, Senopatinya yang terkenal sakti mandraguna bernama Kertojudo diperintah untuk menggantikan sementara.
Pada suatu ketika di kerajaan Mataram dihebohkan seeker kebo edan mengamuk memporak-porandakan bangunan sekitar keraton. Sultan Mataram memberikan Sayembara siapa saja yang dapat mengalahkan kebo edan tersebut mendapat hadiah sebanyak-banyaknya.
Tumenggung Surontani mendengar sayembara tersebut. Dengan mengeluarkan Matak Aji Pemeling Surotani dapat memanggil menantunya Raden Nelo Suwarno di Kedung Blayaran. Menurut cerita Muhadi Kasbun Iro Karso, putra Adipati Blitar yang telah menikah dengan Roro Kaum tersebut berangkat ke Mataram lewat bawah tanah. Dari Kedung Balyaran tiba - tiba muncul di Mataram. Raden Nelo Suwarno datang dan dapat mengalahkan kebo edan.
Akhirnya Surontani di keluarkan dari penjara dan kembali ke Wajak. Sesampai di Wajak Raden Nelo Suwarno diperintah menggantikan Tumenggung. Raden Nelo Suwarno menjadi Tumenggung Surontani kedua dengan gelar Tumenggung Surontani Kerto Koesoemo.
Muhadi Kasbun Irokarso menjelaskan anak Surontani I yang lainnya menyesal, karena menantunya diangkat jadi Tumenggung. Keduanya pergi tanpa ijin orang tuanya. Citro Nolo pergi ke arah Selatan sedangkan Citro Condo ke arah timur tepatnya di Wajak, Malang. Setelah ditinggal kedua anaknya, Surontani I meninggal dan dimakamkan di Desa Wajak Tumenggung Surontani II Kerto Koesoemo mempunyai empat Senopati. Keempat Senopati tersebut adalah Kertoyudo, Benteng Gerang, Krapyak danAlap - alap.
Pada suatu ketika Tumenggung Surontani II Kerto Koesoemo berselisih dengan Mataram. Akhirnya perang tanding antara Mataram dan Katemenggungan Wajak tidak dapat dihindari. Pertarungan seru tersebut membawa banyak korban. Prajurit dari Mataram banyak yang tewas. Begitu juga prajurit Wajak banyak yang binasa.
Dalam pertarungan tersebut semua Senopati Wajak tewas, Senopati Kertoyudo di makamkan di Gunung Budeg. Banteng Gerang di makamkan di Wajak sedangkan Tumenggung Surotani II Kerto Koesoemo sebelum meninggal berpesan minta dimakamkan di dekat makam Tumenggung Surontani I Ariyo Koesoemo di Wajak.
Sampai sekarang makam-makam tersebut dirawat oleh juru kunci. Makam Tumenggung Surontani I Ariyo Koesoemo dan Kerto Koesoemo di Wajak dirawat oleh Mbah Kayat. Sedangkan makam Kertoyudho di Gunung Budeg dirawat oleh Ki Dipoyono. Namun sayang kedua juru kunci tersebut tidak mengerti tentang silsilah para Pungawa Mataram tersebut.
Menurut Mbah Kayat silsilah Tumenggung Surontani dibuang ke sungai oleh orang tuanya ketika jaman penjajah. "Penjajah Belanda mencari anak turun Surontani untuk dibinasakan, karena berseberangan dengan Belanda." Jelasnya.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mataram Timur News - All Rights Reserved
Wartawan Mataram Timur News Dibekali Kartu Identitas Setiap Peliputannya. Laporkan Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab Yang Mengaku Sebagai Wartawan Mataram Timur News | Original Design by Creating Website Modified by Adiknya